BRMP Sulut Gelar Workshop Proposal Bisnis Matching Grant
Minahasa Utara, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara (Sulut) menyelenggarakan Workshop Teknik Penyusunan Proposal Bisnis serta Kelayakan Usaha Jagung dan Kelapa bagi koperasi peserta Program Integrated Corporation of Agriculture Resource Empowerment (ICARE). Kegiatan ini dilaksanakan di Casa Benedetta, Desa Warukapas, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara pada hari Selasa, (1/9).
Kegiatan strategis ini berfokus pada pemberian pemahaman dan keterampilan teknis dalam menyusun proposal bisnis Matching Grant (MG) Tahun 2026. Workshop ini dirancang untuk memastikan setiap koperasi mampu menyusun dokumen perencanaan usaha yang sistematis, akuntabel, dan memenuhi standar persyaratan program hibah yang ditetapkan.
Peserta yang hadir dalam kegiatan ini meliputi unsur Project Implementation Unit (PIU), Site Manager beserta Fasilitator, Tenaga Agribisnis Lapangan (TAL), serta pengurus dari 12 koperasi yang telah dinyatakan lolos tahap verifikasi. Kehadiran seluruh pemangku kepentingan ini menunjukkan kesungguhan bersama dalam menyukseskan program pemberdayaan ekonomi petani melalui skema kemitraan hibah.
Para peserta mendapatkan bimbingan langsung dari narasumber yang berkompeten, yaitu Anita Ludia Vivian Wauran, yang merupakan akademisi dari Politeknik Negeri Manado. Narasumber menyampaikan materi secara mendalam mencakup prinsip penyusunan proposal bisnis, analisis kelayakan usaha, hingga teknik penyusunan rencana keuangan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sesi pemaparan materi ini bertujuan untuk membekali para peserta dengan pemahaman yang komprehensif serta langkah-langkah strategis dalam menyusun proposal rencana bisnis yang baik dan terstruktur. Dokumen yang dihasilkan diharapkan memenuhi standar pengelolaan koperasi dalam lingkup program ICARE sehingga dapat dipertimbangkan secara objektif dalam proses penilaian hibah.
Selain pemaparan teori, peserta juga dipandu mempraktikkan langsung penyusunan kerangka proposal usaha masing-masing koperasi. Hal ini memberikan kesempatan bagi para pengurus koperasi untuk berkonsultasi sekaligus menyempurnakan rancangan bisnis yang akan dijalankan dengan dukungan dana hibah program.
Fokus utama usaha yang direncanakan dalam proposal ini adalah komoditas jagung dan kelapa, dua komoditas unggulan yang memiliki potensi ekonomi besar di wilayah Sulut. Penyusunan kelayakan usaha dilakukan secara cermat agar rencana bisnis tersebut tidak hanya memenuhi syarat administrasi, melainkan juga layak dijalankan dan memberikan keuntungan berkelanjutan bagi koperasi dan anggotanya.
Melalui kegiatan ini, BRMP Sulut berupaya memastikan bahwa pemanfaatan dana hibah Matching Grant (MG) dilakukan secara tepat sasaran dan dikelola dengan prinsip tata kelola usaha yang sehat. Kompetensi pengurus koperasi dalam menyusun perencanaan bisnis menjadi kunci keberhasilan program pemberdayaan ekonomi petani jangka panjang.
Kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan proposal bisnis yang berkualitas serta rencana usaha yang matang dan realistis. Pada akhirnya, dukungan teknis ini akan memperkuat kapasitas kelembagaan koperasi sekaligus mendorong peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani di wilayah Sulut.